plus.google.com
"mawardi a asja"

Perbandingan Berganda: Uji Least Significant Differences (LSD)

Tuesday, February 19, 2013 0 comments

PENGANTAR

Kali ini akan kita bahas tentang perbandingan nilai tengah, yang dalam kaitannya dengan konteks analisis varians (ANOVA) maka uji ini digunakan sebagai uji lanjut.  Mengapa dikatakan uji lanjut? Perhatikan kembali pada Contoh Soal dan Pembahasan RAL, kesimpulan yang diberikan pada dalam hasil analisis tersebut menerangkan ada tidaknya perngaruh/respon signifikan sebagai akibat dari perlakuan yang diberikan.  Namun, kita belum mengetahui dengan pasti perbedaan-perbedaan respon diantara ke-empat taraf perlakuan tersebut.  Maka untuk menjawab pertanyaan mengenai perbedaan respon yang terjadi maka diperlukan suatu pengujian secara lebih lanjut.

Terdapat berbagai macam uji lanjut yang dapat anda jumpai dalam buku statistik terapan atau dalam buku terkait rancangan percobaan, antara lain: Uji beda nyata terkecil (Least Significant Differences), Uji-Duncan, Uji-Dunnett, Uji Contras Ortogonal, Bonferroni, Sidak Test, Tukey Test dan lain sebagainya.  Macam uji bergantung pada analisis Varians atau rancangan percobaan yang digunakan serta jawaban yang diinginkan.

Kali ini, akan diuraikan secara singkat proses analisis secara manual pada dua macam Uji lanjut yang paling umum digunakan dalam menganalisis data penelitian parametrik.  Perhatikan kembali Contoh Soal dan Pembahasan RAL pada posting sebelumnya.  Kita akan mencoba untuk melakukan uji lanjut pada hasil analisis varians pada contoh kasus tersebut.

Uji Beda Nyata Terkecil (BNT/LSD)


Uji BNT atau LSD-test juga dikenal dengan Uji t berganda atau multiple t test, uji ini akan bekerja secara lebih efektif (lebih teliti) apabila perlakuan yang akan diperbandingkan sebelumnya telah direncanakan, sehingga sering juga dikenal sebagai perbandingan terencana.  Pengujian dilakukan berdasarkan dua nilai baku (α) pembanding terhadap perbedaan rata-rata, yaitu LSD(α=5%) dan LSD(α=1%), yang diperoleh dengan mengalikan nilai t-sudent dengan nilai galat baku rerata deviasi (Sδ).  Berdasarkan contoh soal, maka bentuk BNT yang digunakan adalah unutk RAL dengan ulangan yang sama, maka nilai BNT, diperoleh melalui persamaan berikut:
Selanjutnya perhatikan tabel distribusi t-studen yang dapat diperoleh pada lampiran buku-buku statistik atau buku-buku rancangan percobaan.

Selanjutnya buatlah Tabel selisih rata-rata, untuk membandingan nilai tengah diantara semua perlakuan.  Perhatikan unutk nilai BNT5% = 0,727.  Beri pangkat atau Superskrip (ns) pada selisih nilai tengah yang lebih kecil dengan nilai BNT5%.  Dari tabel terlihat bahwa, perbandingan antara P1 (0%) dengan P2 (1%)  dan antara P3 (2%) dengan P4 (3%) menunjukkan nilai selisih nilai tengah 0,052 dan 0,059 lebih kecil dari nilai BNT5%.  Hal ini berati bahwa tidak terdapat perbedaan yag nyata (P>0,05) diantara perlakuan-perlakuan tersebut, beri pangkat ns.  Selanjutnya perhatikan nilai-nilai dengan selisih nilai tengah > dari nilai BNT5% dan 1%.  Beri pangkat (*) apabila selisih nilai tengah > dibandingkan dengan nilai BNT5% dan beri pangkat (**) apabila selisih nilai lebih besar dari nilai BNT 1%.

Untuk analisis dan embahasan lebih lanjut pada Uji Duncan dan kesimpulan hasil pengujian silahkan silahkan baca Uji Lanjut/ Perbandingan Berganda: Uji Duncan II

by: Mawardi A Asja (insyaAllah bermanfaat)
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Link Terkait : unsulbar | unhas | Peternakan-USB | Johny Template | Mas Templatea
Copyright © 2011. Wawasan Peternakan dan Statistik - All Rights Reserved
Base Template by Creating Website Modify by CG Advance modify by Mwd.Asja
Proudly powered by Blogger